Suatu hari saya harus melengkapi pemberkasan CPNS dengan SKCK dari kepolisian. Saya bersama tiga teman menuju ke polres, namun kedua teman saya tetap berada di warkop diluar polres dan saya masuk untuk mengurus SKCK.
Segala arsip sudah saya bawa sebagai persyaratan SKCK. Setelah mengumpulkan arsip yang diperlukan saya diberi 2 lembar form data diri yang harus diisi. Setelah mengisi data tersebut ,langsung dikembalikan ke tempat registrasi SKCK, didalam tempat registrasi ada 2 polwan, satu ibu yang sudah agak tua dan yang satu polwan masih muda mirip polwan cantik yang menjadi ikon siaran lalu lintas kepolisian.
Saat kertas data diri dikumpulkan, polwan cantik bertanya, “untuk keperluan apa?” dengan wajah agak sinis dan mata membuang kearah samping. “untuk mencari pekerjaan mbak.”jawab saya. “administrasinya 10.000 ya mas.”polwan sambil menulis kertas administrasi.
Beberapa menit kemudian, jadilah SKCK. Lalu saya bawa ke teman-teman yang sudah menunggu diluar. Dan setelah dibaca oleh seorang teman, ternyata keperluan SKCK salah. Keperluan yang seharusnya Kelengkapan Berkas CPNS malah jadi Mencari pekerjaan. Lalu saya bergegas kembali ke tempat SKCK.
Sampai ditempat SKCK langsung saya berkata kepada 2 polwan yang menjaga,”mbak ini keperluannya salah, minta tolong diganti ya mbak.” Dengan nada marah kedua polwan menjawab, “Loh kenapa tidak dari tadi? Harusnya tadi dipikirkan dengan bener biar gak salah.” Kedua polwan saling bersahutan marah dan hampir semua pengunjung menatap ke arah kami karena nada bicara kedua polwan yang tinggi.
Lalu saya hanya memberi senyuman dan meminta maaf. Dan keadaan berubah menjadi 180 derajat, kedua polwan mengecilkan nada bicaranya, “oh gakpapa ini jadi saya coret terus diganti Kelengkapan berkas ya, mas?” si polwan sambil menulis di skck yang salah. “Masnya silahkan duduk tunggu sebentar ya.” Kali ini raut muka polwan mulai melunak.
Beberapa saat kemudian, “ini mas, sudah jadi.”kata polwan. “terima kasih, bu-mbak” jawab saya. “eh bayar administrasi lg lho mas”sahut polwan cantik dengan nada bercanda. “Besok lagi jangan salah ya, pokoknya semoga langsung diterima kerja biar gak ganti-ganti.” Kata polwan sambil tersenyum. “kalo mau legalisir tinggal bawa aja, nanti langsung dicap.” Sekali lagi dengan senyuman. “terima kasih banyak ya bu-mbak.” Ucap saya berterima kasih. “sama-sama mas” kedua polwan menyahut kompak, sekali lagi dengan tersenyum.
Nah itu lah sebuah rahasia manfaat senyuman. Ketika kita bertemu orang yang sedang marah, dengarkan bicaranya dan berikan senyuman ikhlas dan apabila anda salah, minta maaflah. Sesungguhnya setiap manusia itu sama dihati nuraninya ada sifat memaafkan dan mengasihi. Bara api kemarahan akan padam oleh dinginnya air senyuman.
Ingat aksi=reaksi.
…thinking hat for everything… dan gunakan selalu hati nurani..


